Warisan yang ditinggalkan oleh Frederick Banting, Charles Best, James Collip, dan J.J.R. Macleod bukan sekadar tentang penemuan sebuah molekul, melainkan tentang etika dan dedikasi terhadap kemanusiaan. Setelah berhasil membuktikan efektivitas insulin dalam menyeimbangkan metabolisme, Banting membuat keputusan yang sangat mengejutkan dunia medis saat itu: ia menjual paten insulin kepada Universitas Toronto hanya seharga satu dolar.
Banting percaya bahwa insulin adalah milik dunia, bukan milik individu atau perusahaan tertentu. Keputusan ini diambil agar akses terhadap pengobatan diabetes tidak terhambat oleh kepentingan komersial. Kerja keras tim ini kemudian dianugerahi Hadiah Nobel dalam bidang Kedokteran pada tahun 1923, yang merupakan salah satu proses pemberian Nobel tercepat dalam sejarah. Evolusi penanganan diabetes yang kita lihat hari ini, mulai dari teknologi analog hingga digital, semuanya berakar pada landasan ilmiah dan moral yang diletakkan oleh para ilmuwan di Toronto tersebut. Mereka membuktikan bahwa sains yang dipadukan dengan empati dapat menyelamatkan peradaban.
